Mchsholehuddin Blog

Mei 10, 2009

Revolusi Zaman

Filed under: Uncategorized — mchsholehuddin @ 6:06 am

Di era modern seperti sekarang ini banyak pemuda atau pemudi yang terbawa arus oleh zaman, zaman yang serba populer, serba modern, serba nge-trend namun begitu mayoritas remaja tidak mengerti akan arti dari semua ini, sang remaja kurang begitu kritis dan analisis terhadap pergantian zaman, ia hanya bisa bersenang-senang dengan semua dia anggap semua ini adalah surga yang harus ia nikmati dengan tanpa mempertimbangkan dengan fikiran yang ilmiah.
Telah banyak remaja-remaja yang sebagian dari teman-teman kita yang belum mengenyam pendidikan agama secara efektif, khususnya remaja yang tengah memasuki pasca pubertas, tenggalam dalam jurang kehancuran tentunya dikarenakan terlalu asyik menikmati pergantian zaman yang serba modern ini, ia hanya mengandalkan fisik tanpa disertai fikiran yang matang, ia lalai untuk mempertimbangkan semua ini, sehingga ia terbawa arus kehidupan yang jauh dari keharmonisan.
Ironisnya mayoritas remaja pada saat ini yang ikut trend tanpa mengetahui arti trend itu sendiri. Mereka didalam mengartikan trend sangatlah gampang dan tentunya trend itu akan ia samakan dengan dirinya yang serba gaul, mereka menganggap trend itu adalah sebuah realita yang bernuansa Punk, tentunya bagi yang laki-laki dengan rambut di-cat, pake’ anting, mondar-mandir di jalanan sambil pegang gitar, tidak kalah lagi dengan yang perempuan dengan gaya celana mini yang hanya menutupi sebagian kemaluannya, kemudian pake’ kaos yang serba ketat sehinga bentuk tubuhnya terlihat jelas dimata para penganut Punk yang lain, sehingga mereka mengklaim dirinya sebagai orang ter-gaul dibandingkan yang lain, tentunya orang yang tidak sama dengan mereka. Nah, anggapan seperti ini di kacamata islam adalah kesalahan yang sangat besar yang harus diperbaiki.
Kita sering mendengar kata-kata Punk seperti yang saya singgung di atas, namun apakah kita mengerti apa arti Punk tersebut?. Disini saya akan mencoba untuk menjelas apa arti Punk tersebut. Dulunya saya juga tidak mengerti apa sih arti Punk itu, penasaran membawa saya untuk mencari apa arti Punk itu, kemudian saya cari di kamus bahasa inggris yang sudah tersedia komputer, betapa terkejutnya saya setelah ketahui arti Punk itu, ternyata arti Punk itu adalah “pemuda yang tidak berpendidikan atau pemuda yang bodoh”, jadi mayoritas pemuda yang menganut gaya Punk adalah pemuda yang kurang berpendidikan, namun mengapa arti buruk dari Punk itu tidak membawa para remaja untuk insaf dari kebiasaanya menjadi anak Punk. Ada dua faktor yang menyebabkan mereka tidak berhenti dari kebiasaannya. Pertama, dikarenakan mereka tidak mengetahui artinya. kemudian yang kedua. Kemungkinan besar mereka mengetahui namun karena seduh menjadi kebiasaan dan sudah mendarah daging, mereka kesulitan untuk melepasnya.
Konsekwensinya otomatis akan kembali kepada mereka sendiri, mengapa mereka melakukan hal yang seperti itu. Yang sangat disayangkan lagi bagi kaum perempuan, ia dengan mudah mengumbar auratnya kesana-kemari, tanpa memikirkan akibatnya, dengan kebiasaan seperti banyak terjadi kasus pemerkosaan dimana-mana, kasus seperti ini yang sering terjadi adalah di kalanagan ana-anak sekolah yang salah pergaulan. Faktor lain yang menyebabkan adanya kasus seperti itu adalah tersebarnya film-film BF (blue film) atau gambar-gambar porno yang telah tersebar luas baik itu dari VCD atau dari HANDPHONE yang mempunyai kapasitas video, dari inilah banyak pemuda-pemudi yang teledor hingga sampai melakukan hal-hal yang mesum.
Ironisnya lagi di sebagian sekolah ada yang sebagian muridnya ketika berangkat sekolah tidak membawa alat tulis atau lainnya yang diperlukan disekolah, melainkan yang ia bawa adalah baju yang ia taruh di dalam tasnya lengkap dengan Make-Up-nya, lebih dari itu sebagian dari mereka tidak datang kesekolahan melainkan jalan-jalan dengan orang yang haram baginya, mengapa mereka melakukan hal yang demikian? Faktor utamanya adalah salah pergaulan, salah pergaulan yang negatif adalah sangat ber-efek negatif pula bagi kehidupan mereka.
Bagi para kaum wanita hal seperti ini sangat disayangkan karena akan merusak masa depannya, masa depannya akan rusak karena ia menganut pergaulan bebas (Free Association) yang tanpa memakai hijab untuk keselamatan dirinya. Bahkan sebagian orang yang mengatakan hijab merupakan keterbelakangan bagi manusia, hijab tidak menunjukkan budaya yang maju, hijab hanyalah sebuah fenomena yang akan mengembalikan manusia kepada kehidupan primitif1.
Argumen di atas sangat salah salah besar, karena hanya memikirkan kemajuan budaya tidak memikirkan bagaimana nasib masa depan seseorang yang mulai terjerumus pada jalan yang jauh dari keimanan, dan otomatis akan terjerumus dalam jurang jahiliyah.
Islam sangat menekankan pada pengembangan inner beauty atau kecantikan prilaku karena memang pada kecantikan prilaku itulah tergantung masa depan dan baik buruknya seorang muslimah baik sebagi pribadi, sebagi ibu, sebagian masyarakat islam dan, yang tak kalah penting, sebagian dari masyarakat dunia2.
Islam tidak lagi kita anggap sebagi pemandu kehidupan (way of life) prilaku keseharian kita. Islam hanya kita pakai ketika kata ini akan menguntungkan kita secara materi. Kita mungkin masih melakukan shalat, naik haji, menghadiri acara pengajian, dan lain-lain; namun inti dari ajaran islam yang harus menjadi bagian urat nadi kita, seperti kejujuran, amanah, kerja keras, bersifat toleran, dan lain-lain sama sekali kita lupakan3.
Hal seperti ini sangat lumrah di pedasaan sampai ke gang-gang sempit di perkotaan, kebiasaan seperti ini sangat berefek negatif bagi masa depan anak bangsa. Sebagai manusia sosial kita harus ikut prihatin dengan kenyataan ini, lebih dari itu kita juga harus berusaha untuk mengubah kebiasaan seperti dengan hal-hal yang positif.

Referensi

1. Abdul Hamid Al-Bilaly (Februari 1990), “Apa Yang Menghalangimu Untuk Berhijab”, Hal 68, Jakarta-Yayasan Al-Sofwa,.
2. K.H Ahmad Fatih Syuhud (Maret 2009), “Wanita Shalihah Wanita Modern”,Hal 52, Pustaka Al Khoirot, Karangsuko Pagelaran Malang.
3. Hj. Lutfiyah Syuhud (Februari 2008), ”Santri, Pesantren Dan Tantangan Pendidikan Islam”, Hal 97, Pustaka Al-Khoirot, Karangsuko Pagelaran Malang.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: