Mchsholehuddin Blog

Februari 8, 2009

IKHLASKAN HATIMU

Filed under: Uncategorized — mchsholehuddin @ 6:46 am

IKHLASKAN HATIMU
Keikhlasan hati seseorang sangat diperlukan sekali dalam setiap melakukan ibadah baik yang berbentuk perbuatan maupun perkataan, Nabi Muhammad bersabda dalam sebuah hadistnya “akhlis dinnaka yakfiika al-qulilu minal amali “ .murnikanlah agamamu pasti kamu akan merasa cukup meskipun beramal sedikit. Imam Abdurrauf al- manawi menyarahi hadis tersebut yang di maksud dengan ikhlas yaitu memurnikan iman kita dari hawanafsu, atau ketaatan kita degan menjauhi segala perbuatan yang membuat hati kita merasa iri pada orang lain. Dengan cara beribadah kepada Allah semata –mata demi mengikuti perintahnya bukan karena ingin surga bukan karena takut neraka juga bukan karena ingin selamat dari misibah didunia.kenapa kita disuruh ikhlas dalam setiap melakukan pekerjaan ? dikarnakan ruh manusia itu apabila brsih dari hawanafsu maka anggota badan kita akan berbicara / melakukan ibadah tanpa adanya pertentangan antara anggota badan nafsu hati dan ruh maka terlihatlah pekerjaan itu semata-mata dilakukan karena Allah SWT. Didalam kitap tauratpun disebutkan “ma uriidu bihi wajhi faqoliluhu kasirun wama uriidu bihi goiru wajhi fakasiruhu qoliilun” artinya segala sesuatu yang dilakukan karenaku ( Allah ) biarpun sedikit aku anggap banyak dan begitu juga setiap pekerjaan yang dilakukan demi selain aku biarpun banyak aku anggap sedikit.
Artinya barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya” (QS al-kahfi 110 ). Tidaklah mudah bagi seorang hamba mengatakan ihklas dalam beramal karena ikhlas tidak dapat diketahui dengan perkataan saja dikarnakan ikhlas merupakan pekerjaan hati yang mana sulit ditebak taksatupun orang yang tahu apa isi hati dan maksud hati seseorang hanyalah allahlah yang mengetahuinya

4 tanda orang yang tidak ikhlas
1 .malas apabila sendirian
2 .bersemangat apabila bersama orang banyak
3. bertambah semangat apabila dipuji dan
4 . apabila dihina dia mengurangi pekerjaanya ( klembre ).

Intinya orang yang riya` itu adalah orang yang selalu ingin mendapatkan pujian dari orang lain bagaimanapun caranya dan dia benci terhadap hinaan orang lain. Untuk mencapai predikat orang yang ikhlas kita harus melakukan minimal tiga hal antara lain
1. kita harus mengetahui bahwa segala pekerjaan yang kita kerjakan itu semua datang dari Allah juga atas kehendak allah kita tidak mampu melakukan suatu pekerjaan tanpa bantuan-nya walaupun pekerjaan sekecil apapun. Kalau kita sudah sadar atas segala sesuatu yang terjadi itu atas kehendak allah maka kita pasti akan bersyukur kepada-nya atas segala sesuatu yang dilimpahkan pada kita dengan begitu akan hilang sikap sombong didalam diri kita.
2. Dalam setiap melakukan pekerjaan kita harus mengharapkan ridho dari Allah SWT dengan cara kita lihat, kita pikirkan pekerjaan itu apa bila didalamnya terdapat ridho dari allah maka kita lakukan demi mendapatkan ridhonya begitu juga sebaliknya, agar kita selamat dari melakukan pekerjaan yang terbawa hawa nafsu karena hawa nafsu itulah manusia sering menjadi lalai terhadap apa yang diperintahkan kepadanya.
3. mengharapkan pahala dari pekerjaan itu hanya kepada allah artinya melakukan pekerjaan secara ikhlas hanya untuk allah dan tidak perduli apapun yang dikatakan manusia kepadanya baik dipuji maupun dihina.

Seorang yang melakukan pekerjaan yang jngin selamat dari riya` didalam pekerjaan tersebut selayaknya mengambil / meniru gaya seorang pengembala kambing. Bagaimana caranya ? seorang pengembala kambing apabila melakukan ibadah semisal melakukan shalat dihadapan kambingnya dia sama sekali tidak menginginkan pujian dari kambingnya. Begitulah selayaknya manusia melakukan pekerjaan seharusnya tidak memperdulikan apa pandangan / kata orang lain terhadapnya, baik ada orang maupun tidak ada dia tetap melakukan pekerjaan dengan semangat.

Para ahli hikmah mengatakan pekerjaan seseorang itu apabila ingin selamat hendaknya didasari dengan pondasi yang mapan yaitu ilmu, jadi sebelum melakukan sesuatu seharusnya memiliki ilmunya terlebih dahulu dikarnakan setiap pekerjaan itu baik yang buruk maupun yang baik itu semua ada ilmunya. Pekerjaan yang tanpa didasari oleh ilmu kebanyakan / mayoritas gagal / tidak mendapatkan kesuksesan ( akan mendapatkan kehancuran ). Begitu juga sebaliknya kalau kita tahu ilmunya niscaya kita akan mendapatkan kesuksesan.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: