Mchsholehuddin Blog

Februari 1, 2009

Bias Makna Al Munafikun

Filed under: Uncategorized — mchsholehuddin @ 7:04 am

…….”Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, Padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar”.QS Al Baqarah:9

Ayat di atas adalah ayat yang diturunkan oleh Allah Swt kepada orang Munafik, dia hendak menipu Allah, tapi dia tidak merasa bahwa Allah membalas tipuannya. Jadi, apa yang telah mereka kerjakan tersebut berdampak buruk bagi mereka sendiri, namun anehnya mereka tidak merasa. Hal berikut sesuai dengan apa yang disebut dalam tafsir Jalalain, bahwa apa yang telah mereka lakukan tersebut dampaknya kembali pada diri mereka sendiri dan mereka kelak akan disiksa di akhirat. Inilah dampak dari kemunafikan.
Dalam Tafsir At Thobhari diterangkan yang dimaksud Orang munafiq ialah orang yang menampakkan keislaman dengan lisannya, dan membenarkan bahwa islam adalah agama yang haq, namun, apa yang ada dalam hatinya? Tak lain hanyalah keraguan dan kelicikan dengan tujuan supaya mereka bisa mengetahui hukum-hukum Allah. Intinya yang dimaksud munafiq ialah menampakkan kebaikan serta menyembunyikan keburukan.
Adapun kata dalam tafsir As Saaidi, Munafik itu ada istilah munafik I`tiqodi dan juga ada Munafik Amaliy. Adapun munafik Amali ialah seperti yang disebutkan dalam hadist nabi:
آية المنافق ثلاث : إذا حدث كذب وإذا وعد أخلف وإذا اؤتمن خان
Artinya: tanda-tanda orang munafik ada tiga. (1) ketika berbicara ia bohong, (2)ketika berjanji ia mengingkari, (3) ketika dipercaya ia berkhianat.
Kemudian yang dimaksud munafik I’tiqodi ialah keluar dari lingkupan Islam atau keluar dari kelompok Islam. Dan inilah yang dimaksud munafik diatas, dan pelakunya akan abadi dineraka.
Dalam Tafsir Al Baghowi disana disebutkan nama-nama orang yang mempunyai predikat munafik, yaitu seperti: Abdullah bin Ubay bin Salul, Mu’tab bin Qusyair, Jidd bin Qois dan sahabat-sahabatnya. Mereka menampakkan keislamannya dan menyimpan kekafirannya, supaya mereka selamat dari Rosulullah dan sahabat-sahabat-Nya.
Adapun makna Ayat {ومن الناس من يقول آمنا بالله} disebutkan dalam Tafsir Ad Durrul Mantsur, disana ada hadist yang dikeluarkan oleh Abdun bin Humaid dari Abi Qotadah, bahwa ayat tersebut adalah sifat orang munafik. Disebut juga ayat tersebut sifat bagi orang yang licik secara sirr(samar), orang yang tidak menyamai, dia memberi pengarahan kapada orang lain tapi dalam hatinya ia ingkar, ia membenarkan dengan lisannya tapi pekerjaannya tidak sesuai dengan apa yang telah ia katakan. Mengambil pemahaman dari keterangan diatas, bahwa ayat diatas juga masih menerangkan perihal orang munafik. Jadi keterangan ini hamper sama dengan keterangan yang ada dalam tafsir At Thobhari Disitu juga menerangkan sifat orang munafik.
Didalam Tafsir Ibnu Katsir juga diterangkan masalah sifat-sifat orang munafik. Disana diterangkan bahwa ayat:

وَمِنَ النّاسِ مَن يَقُولُ آمَنّا بِاللّهِ وَبِالْيَوْمِ الاَخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ * يُخَادِعُونَ اللّهَ وَالّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلاّ أَنْفُسَهُم وَمَا يَشْعُرُونَ
Adalah Termasuk ayat Madani(ayat yang diturunkan di Madinah) karena di Kota makkah belum ada orang munafik, tetapi dimakkah hanya ada orang yang tidak menyamai manusia, yaitu orang yang menampakkan kekafiran dengan terpaksa namun dalam hatinya ia seorang mukmin.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: